Aku membuka pintu kamar anak bungsuku yang
bernama Robby, dia tertidur dengan tenangnya di kasurnya, aku tersenyum melihat
malaikat kecilku yang tertidur dengan lelapnya. Aku kembali menutup pintu
kamarnya perlahan-lahan dan berusaha untuk tidak menimbulkan suara deritan
pintu. Aku berjalan kedapur untuk mengambil minum, saat aku berbalik tiba-tiba
Robby kecilku sudah berdiri di belakangku.
This is my blog, this blog is full of horror Story. happy reading. sorry if there are some mistakes, thanks... and Happy Reading Sincerly:Sam
Jumat, 09 Agustus 2013
But, You're Wrong
Yah, namanya Sara. Sara memiliki boneka. Sara pergi ke universitas. Sementara dia sedang mengepak ia menemukan boneka itu. Dia tersenyum dan mengambilnya.
Keep Singing
Aku benar-benar suka bernyanyi. Aku melakukannya terus-menerus. Aku biasanya hanya duduk di tempat tidur dengan headphone dan laptop dan beberapa lagu yang bagus. Aku biasanya tidak peduli seberapa keras aku bernyanyi, lagipula tidak ada yang bisa mendengar dari kamarku. Aku tidak berpikir ada yang pernah mendengarkan bahkan jika mereka bisa mendengar aku. Setidaknya aku pikir tidak ada yang mendengarkan.
Jumat, 07 Juni 2013
Bad Idea
Kemarin, seorang temanku meneleponku. Dia John, seorang teman lama dari sekolah. Aku tidak berbicara dengannya selama bertahun-tahun, dan kami mulai bernostalgia tentang
semua omong kosong kami yang
menarik di SMA. Beberapa hari
kemudian aku memutuskan untuk Menelfonnya kembali, dan melihat apakah kita bisa bersama-sama,
mungkin pergi memancing atau sesuatu.
Boyfriend
Seorang gadis
berjalan di tengah salju turun, gadis itu memakai jaket yang tak terlalu tebal
dan tak memakai sarung tangan sehingga tangan nya menjadi biru. Gadis itu duduk
di bangku taman, dan tak lama kemudian ada seorang pria yang terlihat iba
melihat gadis itu sehingga pria itu duduk di samping gadis itu.
“Siapa namamu?”Tanya pria itu
“namaku Dahlia”jawab gadis itu
“oh… kenalkan namaku Carter”kata pria itu, Dahlia hanya
mengangguk
“Apa yang kau lakukan disini?”Tanya Carter lagi
“aku sedang mencari kekasihku”
“Kemana kekasihmu pergi?”
“Entahlah, ia mengalami kecelakaan pesawat pada tahun 2009”
“bukankah banyak rumor, bahwa kecelakaan pesawat itu
menewaskan semua penumpang dan pilotnya?”
“Jangan bilang seperti itu! Kekasihku belum meninggal!”
“ok…ok… maaf kan aku” mereka terdiam selama beberapa menit,
dan Dahlia menengok dan menatap mata carter
“Kau memiliki mata yang indah seperti kekasihku”kata dahlia
“benarkah?”
“ya, Kau membuatku teringat pada kekasihku”
“apakah itu burk, membuat mu teringat pada kekasihmu?”
“tidak, aku jadi ingin memiliki mata itu sehingga aku bisa
menatap matamu seperti menatap mata kekasihku”. Carter tersenyum, Dahlia masih
menatap carter tetapi tatapannya semakin menyeramkan.
“jangan beredip, yang kuinginkan adalah matamu”.
Keesokan harinya di temukan mayat seorang pria di bangku
taman dengan keadaan tanpa mata, dan polisi masih belum menemukan pelaku
pembunuhnya.
Seorang gadis
sedang berjalan di tengah salju yang turun, dan seorang pria menghampirinya.
“Apa kau tidak kedinginan? Oh ya namaku Albert”
“Albert? Nama yang indah seindah senyuman mu, kau
mengingatkanku pada kekasihku”
Ferrari
Seorang
pria tua melihat Ferrari di penjualan mobil bekas dan menanyakan harga mobil itu. Salesman itu tersenyum dan mengatakan
ia akan memberikan kepada
pria tersebut seharga
$ 500. Pria itu membeli
mobil langsung di tempat setelah mendengar kesepakatan yang sangat murah. Dia tidak akan pernah membuat keputusan buruk.
Not Considered
Namaku Lisa, aku seorang anak bungsu dari 2 bersaudara, ayahku adalah
seorang arsitek dan ibuku hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa, kakakku
bernama Lucas dia sangat pandai sehingga ia mendapat beasiswa dari sekolahnya.
Ayah dan ibuku hanya memuji Lucas dan tak pernah memujiku,
Kamis, 06 Juni 2013
Black Saturday
Itu semua yang bisa aku harapkan. lapangan penuh dengan
gandum emas, melambai sedikit karena angin.
Keluargaku telah pindah ke Texas Utara, dan kami sangat menikmati pertaniannya. Aku segera
melakukan kegiatan rutinitasku, bangun pada saat subuh
dan pergi ke ladang, sementara Johnny cenderung mengurus
binatang. Selama jam-jam terakhir, aku akan bertukar pekerjaan dengan Johnny
dan tidur. Aku tidak pernah tahu berapa lama dia butuh waktu untuk
menyelesaikan pekerjaan, tapi dia selalu ada, tidur setiap pagi. Aku fikri ia bekerja sepanjang malam, jadi aku tidak akan mengganggunya.
Dear Janice
Janice, masihkah
kau ingat saat kita pertama bertemu? Saat itu aku sedang membeli lagu Rock
Metal dan kau tak sengaja menabrakku hingga kita berdua jatuh tersungkur,
tertawa bersama karena kejadian itu dan kau langsung meminta maaf. Kau langsung
meminta maaf dengan cara membayar CD lagu yang ku beli, aku berusaha menolaknya
tetapi kau masih bersikukuh untuk melakukannya, aku tak bisa mencegahmu Janice.
Kamis, 30 Mei 2013
Monster
Mereka semua
mengataiku Monster, tapi aku bukan monster, aku hanya seorang gadis biasa yang
tinggal di sebuah rumah yang biasa juga. Tapi, aku tinggal sendirian dan tak
pernah keluar rumah. Aku hanya keluar rumah pada malam hari saja, yah… jika
kalian menanyakan kenapa, aku akan menjawab itu adalah hobi ku.
Curse of the video
Namaku Stella, aku
seorang yang sangat menyukai hal-hal yang berbau horror. Bahkan, aku mengoleksi
beratus-ratus foto,video,poster,film,cerita yang berbau horror, jika aku
menemukan hal-hal yang berbau horror aku akan menyimpannya. Ibuku selalu
memarahiku karena kebiasaanku yang suka mengoleksi hal-hal yang berbau horror,
ibuku bilang bahwa tak sepantasnya seorang gadis mempunyai kebiasaan seperti
itu. Tapi apa dayaku memang ini yang paling kusukai bukan?.
the doctor
Begitu sialnya aku
sampai-sampai aku masuk tempat yang kubenci yaitu rumah sakit. Mungkin memang
ini hari sialku, karena aku kecelakaan motor karena mengebut, hehehe memang
salahku juga sih. Aku tak begitu betah di rumah sakit ini, bau obat-obatan
sangat menyengat membuatku terkadang terbatuk-batuk. Tapi, karena lukaku parah,
aku harus berada di rumah sakit cukup lama. Memang keadaanku sangat
mengenaskan, kaki kiriku patah dan harus disambung dan luka di tubuhku cukup
banyak.
Thank You Mother…
Aku termasuk orang yang sangat pendiam,
sejujurnya dahulu aku tak pendiam. Tapi, sejak kematian ibuku aku menjadi
pendiam. Ayah menikah lagi dengan seorang perempuan yang tak lebih baik dari ibu, itu membuatku sangat terpuruk
dan sedih. Aku memutuskan untuk pergi dari rumah dan pergi mencari pekerjaan
dan mengontrak untuk sementara.
Can you help me find my cat?
Aku pergi keluar disuatu malam di bulan Desember sekitar tengah malam. Malam itu sangat dingin, karena hari setelah Natal. Aku menghela napas. Aku lelah,aku berjalan pulang dari rumah temanku Ricky. Kami baru saja selesai makan satu ton makanan
ringan dan bermain Pokemon, bertarung di game seperti ketika kami masih anak-anak. saya merindukan
hari-hari itu.
Aku sudah tujuh belas tahun sekarang, dan aku seorang kutu buku. aku tidak punya banyak teman, tapi saya mensyukuri apa yang ku punya. aku tidak punya pacar. Pokoknya, aku suka jalan-jalan di malam hari. begitu tenang dan damai. aku juga sangat menyukai udara dingin yang membelai pipiku dan jari-jariku.
Aku menghela nafas lagi, hampir sampai di rumah. Hanya satu blok lagi dan sampai di rumahku di mana aku tinggal dengan ibuku dan saudara ku. Sebenarnya aku tidak ingin pulang, aku takut ibu akan menangkap basah aku pulang sampai larut malam dan memarahiku karena pergi keluar sendirian.
Tiba-tiba, aku melihat seorang gadis.
Dia cantik, agak pendek, tapi bukan anak kecil. Dia memiliki rambut pirang bergelombang dan mengenakan celana satin dan tank top biru muda. Saat aku semakin dekat, aku bisa melihat wajahnya. Kulit pucat hampir putih seperti salju, dengan mata hijau yang tajam. Bibirnya dan jari-jari berwarna biru. Dia tampak sangat sedih dan sangat kedinginan. Aku mengetahui itu karena ia bertelanjang kaki dan tidak memakai sarung tangan.
aku berada sekitar 3 meter dari dia, ia berjalan ke arahku dan berkata dengan suara dingin lembut, namun serak, "bisakah kau membantu ku menemukan kucingku?"
Aku mengangkat bahu dan mencoba tersenyum. "Tentu, eh, di mana kucingmu?"
Dia menunjuk ke sebuah truk yang diparkir di jalan masuk.
Aku mengangguk dan berjalan dengannya ke arah mobil. Sebelum berjalan di sekitar itu, aku melepas jaket dan menawarkan kepadanya. "ini ... Kau akan mati kedinginan."
Dia tersenyum sedih, menatapku. Setelah jeda singkat, ia berbisik, "Aku sudah punya."
Pada saat itu, saya mulai ketakutan. Saya tidak percaya pada hantu atau apa, ditambah aku bisa melihat napasnya. Aku meletakkan jaket saya di bahunya, , saya merasa lega ketika jaketku berada di bahunya dan tidak menembusnya.
Aku berjalan di sekitar mobil. Aku menunduk ke bawah mobil, ada kucing di bawah. Aku merogoh dan menariknya keluar. Dia mendengkur dalam pelukanku, dan bersemangat melompat ke gadis itu ketika ia melihatnya.
Dia tersenyum padaku, air mata gembira mengalir turun dan menetes ke salju di tanah. Dia tersenyum lebar dan mengelus telinga kucing itu. "Terima kasih banyak."
Aku tersenyum kembali, senang bahwa dia merasa senang. Dia berbalik dan berjalan, dan ia berjalan menuju kearahku kami mengobrol setelah beberapa saat,.
Kami berbicara tentang, pekerjaan, musik, cuaca, dan sejenisnya. Dia berumur tujuh belas tahun,ia bernama Hannah. Dia telah lama mencari kucingnya, di dinginnya udara di bulan desember. Tentu saja, pembicaraan kami sangat singkat, karena saya dekat dengan rumah.
"Jack," kata Dia. "Terima kasih banyak telah membantu saya." Dia menyeringai.
"Tentu saja." Aku berkata, wajahku memerah.
Dia mengulurkan tangan dan mencium pipiku. Bibir biru itu seperti es yang membuat wajahku mati rasa. Aku menggigil karena sentuhan itu, meskipun tersanjung bahwa dia melakukan hal seperti itu. Aku berjalan pergi, dan ia pun berbalik dan pergi. Kata-katanya bergema di kepala ku, dan kemudian saya menyadari sesuatu.
"Tunggu ... Aku tidak memberitahu kau namaku .... Bagaimana kau-?" Aku bertanya, melihatnya ia berjalan.
Dia berbalik menatapku, tersenyum, dan kemudian menghilang.
Aku sudah tujuh belas tahun sekarang, dan aku seorang kutu buku. aku tidak punya banyak teman, tapi saya mensyukuri apa yang ku punya. aku tidak punya pacar. Pokoknya, aku suka jalan-jalan di malam hari. begitu tenang dan damai. aku juga sangat menyukai udara dingin yang membelai pipiku dan jari-jariku.
Aku menghela nafas lagi, hampir sampai di rumah. Hanya satu blok lagi dan sampai di rumahku di mana aku tinggal dengan ibuku dan saudara ku. Sebenarnya aku tidak ingin pulang, aku takut ibu akan menangkap basah aku pulang sampai larut malam dan memarahiku karena pergi keluar sendirian.
Tiba-tiba, aku melihat seorang gadis.
Dia cantik, agak pendek, tapi bukan anak kecil. Dia memiliki rambut pirang bergelombang dan mengenakan celana satin dan tank top biru muda. Saat aku semakin dekat, aku bisa melihat wajahnya. Kulit pucat hampir putih seperti salju, dengan mata hijau yang tajam. Bibirnya dan jari-jari berwarna biru. Dia tampak sangat sedih dan sangat kedinginan. Aku mengetahui itu karena ia bertelanjang kaki dan tidak memakai sarung tangan.
aku berada sekitar 3 meter dari dia, ia berjalan ke arahku dan berkata dengan suara dingin lembut, namun serak, "bisakah kau membantu ku menemukan kucingku?"
Aku mengangkat bahu dan mencoba tersenyum. "Tentu, eh, di mana kucingmu?"
Dia menunjuk ke sebuah truk yang diparkir di jalan masuk.
Aku mengangguk dan berjalan dengannya ke arah mobil. Sebelum berjalan di sekitar itu, aku melepas jaket dan menawarkan kepadanya. "ini ... Kau akan mati kedinginan."
Dia tersenyum sedih, menatapku. Setelah jeda singkat, ia berbisik, "Aku sudah punya."
Pada saat itu, saya mulai ketakutan. Saya tidak percaya pada hantu atau apa, ditambah aku bisa melihat napasnya. Aku meletakkan jaket saya di bahunya, , saya merasa lega ketika jaketku berada di bahunya dan tidak menembusnya.
Aku berjalan di sekitar mobil. Aku menunduk ke bawah mobil, ada kucing di bawah. Aku merogoh dan menariknya keluar. Dia mendengkur dalam pelukanku, dan bersemangat melompat ke gadis itu ketika ia melihatnya.
Dia tersenyum padaku, air mata gembira mengalir turun dan menetes ke salju di tanah. Dia tersenyum lebar dan mengelus telinga kucing itu. "Terima kasih banyak."
Aku tersenyum kembali, senang bahwa dia merasa senang. Dia berbalik dan berjalan, dan ia berjalan menuju kearahku kami mengobrol setelah beberapa saat,.
Kami berbicara tentang, pekerjaan, musik, cuaca, dan sejenisnya. Dia berumur tujuh belas tahun,ia bernama Hannah. Dia telah lama mencari kucingnya, di dinginnya udara di bulan desember. Tentu saja, pembicaraan kami sangat singkat, karena saya dekat dengan rumah.
"Jack," kata Dia. "Terima kasih banyak telah membantu saya." Dia menyeringai.
"Tentu saja." Aku berkata, wajahku memerah.
Dia mengulurkan tangan dan mencium pipiku. Bibir biru itu seperti es yang membuat wajahku mati rasa. Aku menggigil karena sentuhan itu, meskipun tersanjung bahwa dia melakukan hal seperti itu. Aku berjalan pergi, dan ia pun berbalik dan pergi. Kata-katanya bergema di kepala ku, dan kemudian saya menyadari sesuatu.
"Tunggu ... Aku tidak memberitahu kau namaku .... Bagaimana kau-?" Aku bertanya, melihatnya ia berjalan.
Dia berbalik menatapku, tersenyum, dan kemudian menghilang.
source:*creepypasta
Candy
"Ibu,"
kata seorang gadis kecil, sambil menggosok matanya dan berdiri di ambang pintu ruang kerja ibunya. "Ibu, Kelinci Paskah memakan permen saya bu…," katanya.
"Omong
kosong, sayangku," perempuan itu menjawab.
"Kelinci Paskah memberikan permen, ia tidak memakannya..."
Wanita it uterus berbicara kepada anaknya, ia
berjalan ke arah anaknya "Kembalilah
tidur, sayang..."
"Tapi,
ibu," kata gadis itu. "Kelinci Paskah makan permenku!" Dia sekarang berbicara dalam nada yang lebih serius, hampir
seolah-olah ia akan menangis.
Ibunya duduk.
"sayang, kuberitahu
kau. Kelinci
Paskah tidak makan permen, dia datang untuk membantu anak-anak
kecil. Selain itu, ini belum hari paskah. Kembalilah tidur,"katanya dengan suaranya yang lembut.
"Oke,
ibu," anak itu menghela nafas dan berjalan
keluar kamar.
Wanita itu
tersenyum dan berpikir, ‘anak-anak hidup dengan imajinasi
mereka huh?,' dan kembali
tidur.
Di luar, di lorong, gadis kecil berdiri menatap
Kelinci Paskah yang sedang memakan permen
nya. Dia kemudian menghela napas. "ibu
bilang saya harus
kembali ke tempat tidur."
Kelinci Paskah
tersenyum. "Ide yang bagus, anak. Berbaliklah dan jangan
Lihat kebelakang."
Dia memperlihatkan liontin logam mengkilap kepada
sang anak. Sang anak mengambilnya dan menangis ketika ia melihat apa itu: itu
adalah tag name yang biasanya ada di kalung
seekor anjing yang biasanya di tulis nama anjing itu dan nama anjing itu adalah
“Candy”
Source:*Creepypasta
Source:*Creepypasta
Langganan:
Komentar (Atom)
















