Jumat, 07 Juni 2013

Not Considered





   Namaku Lisa, aku seorang anak bungsu dari 2 bersaudara, ayahku adalah seorang arsitek dan ibuku hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa, kakakku bernama Lucas dia sangat pandai sehingga ia mendapat beasiswa dari sekolahnya. Ayah dan ibuku hanya memuji Lucas dan tak pernah memujiku,
ayah dan ibu hanya selalu memandang Lucas tak pernah memandangku, ayah dan ibuku hanya melihat keahlian lucas tak pernah melihat keahlianku. Mungkin kalian merasakan apa yang aku rasakan bukan? Pernah saat aku dan Lucas masih kecil, aku dan lucas sedang menggambar untuk ayahku, kami menggambar sebuah gedung. Dan,saat gambar kami sudah selesai kami memberikannya kepada ayah kami. Saat melihat hasil gambar Lucas ia tesenyum, tetapi saat melihat gambarku mimik wajahnya berubah menjadi marah dan ia pun memarahiku, ia mengataiku bahwa aku sangat bodoh dan idiot! Hatiku serasa menjadi hancur dalam seketika. Saat itu aku dan Lucas sedang bermain bola di dalam rumah, Lucas menendang bola sangat kencang sehingga bolanya menyenggol vas bunga kesayangan ibu sampai pecah, ibupun datang kepada kami dengan penuh amarah, ia tiba-tiba menamparku yang saat itu masih kecil dan memarahiku habis habisan, aku ingin sekali berteriak bahwa itu adalah perbuatan Lucas tetapi apa daya aku tak ingin membuat ibu semakin marah dan memukuliku lagi, dan aku pun melihat lucas yang bersembunyi di balik tubuh ibu sambil tersenyum bahagia menatapku. Dan semenjak itu, aku membenci mereka.
   Suatu malam, aku di kurung oleh ayah dan ibu di kamarku karena nilaiku menurun dan yah… aku tak terlalu mempedulikannya karena mereka selalu melakukan ini padaku. Tiba-tiba lampu padam dan aku mendengar suara benda-benda pecah dan berjatuhan, aku pun spontan bangkit dari kasur dan aku melihat pintu kamarku terbuka dan aku pun berjalan keluar dari kamarku, sangat gelap untuk dapat melihat dengan sangat jelas, tetapi cahaya bulan membantuku melihat di dalam kegelapan. Aku  mendengar suara air menetes dari arah dapur dan aku pun berjalan kedapur dengan berhati-hati, dan samar-samar aku melihat tubuh ibuku berada di wastafel dengan tubuh temutilasi dan yang menetes itu adalah darahnya, aku pun mual dan segera berlari, saat berlari aku tersandung di depan tangga dan sebuah benda menggelinding dari atas tangga dan berhenti di depanku aku melihat dengan samar-samar , ternyata itu adalah kepala ayahku! Aku pun menjerit dan memanggil-manggil nama lucas tetapi Lucas tidak menyahut. Apakah ia sudah mati di bunuh penjahat yang tidak di ketahui itu? Aku pun berjalan dengan hati-hati menuju kamar Lucas, aku pun membuka pintu kamar lucas dan mendengar suara air menetes dari kamar lucas, aku pun masuk ke kamar Lucas. Tiba-tiba lampu menyala, spontan aku menjerit ketakutan, Tubuh lucas tergantung di kamarnya denga leher yang tergorok dan hampir terpisah dari kepalanya. Saat berbalik tak sengaja aku melihat pantulan diriku di cermin, aku melihat diriku berlumura darah sambil membawa pisau. Dan saat aku sadar aku pun tertawa terbahak-bahak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar