Namaku Lisa, aku seorang anak bungsu dari 2 bersaudara, ayahku adalah
seorang arsitek dan ibuku hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa, kakakku
bernama Lucas dia sangat pandai sehingga ia mendapat beasiswa dari sekolahnya.
Ayah dan ibuku hanya memuji Lucas dan tak pernah memujiku,
ayah dan ibu hanya
selalu memandang Lucas tak pernah memandangku, ayah dan ibuku hanya melihat
keahlian lucas tak pernah melihat keahlianku. Mungkin kalian merasakan apa yang
aku rasakan bukan? Pernah saat aku dan Lucas masih kecil, aku dan lucas sedang
menggambar untuk ayahku, kami menggambar sebuah gedung. Dan,saat gambar kami
sudah selesai kami memberikannya kepada ayah kami. Saat melihat hasil gambar
Lucas ia tesenyum, tetapi saat melihat gambarku mimik wajahnya berubah menjadi
marah dan ia pun memarahiku, ia mengataiku bahwa aku sangat bodoh dan idiot!
Hatiku serasa menjadi hancur dalam seketika. Saat itu aku dan Lucas sedang
bermain bola di dalam rumah, Lucas menendang bola sangat kencang sehingga bolanya
menyenggol vas bunga kesayangan ibu sampai pecah, ibupun datang kepada kami
dengan penuh amarah, ia tiba-tiba menamparku yang saat itu masih kecil dan
memarahiku habis habisan, aku ingin sekali berteriak bahwa itu adalah perbuatan
Lucas tetapi apa daya aku tak ingin membuat ibu semakin marah dan memukuliku
lagi, dan aku pun melihat lucas yang bersembunyi di balik tubuh ibu sambil
tersenyum bahagia menatapku. Dan semenjak itu, aku membenci mereka.
Suatu malam, aku di kurung oleh ayah dan ibu di kamarku karena nilaiku
menurun dan yah… aku tak terlalu mempedulikannya karena mereka selalu melakukan
ini padaku. Tiba-tiba lampu padam dan aku mendengar suara benda-benda pecah dan
berjatuhan, aku pun spontan bangkit dari kasur dan aku melihat pintu kamarku terbuka
dan aku pun berjalan keluar dari kamarku, sangat gelap untuk dapat melihat
dengan sangat jelas, tetapi cahaya bulan membantuku melihat di dalam kegelapan.
Aku mendengar suara air menetes dari
arah dapur dan aku pun berjalan kedapur dengan berhati-hati, dan samar-samar
aku melihat tubuh ibuku berada di wastafel dengan tubuh temutilasi dan yang
menetes itu adalah darahnya, aku pun mual dan segera berlari, saat berlari aku
tersandung di depan tangga dan sebuah benda menggelinding dari atas tangga dan berhenti
di depanku aku melihat dengan samar-samar , ternyata itu adalah kepala ayahku!
Aku pun menjerit dan memanggil-manggil nama lucas tetapi Lucas tidak menyahut.
Apakah ia sudah mati di bunuh penjahat yang tidak di ketahui itu? Aku pun
berjalan dengan hati-hati menuju kamar Lucas, aku pun membuka pintu kamar lucas
dan mendengar suara air menetes dari kamar lucas, aku pun masuk ke kamar Lucas.
Tiba-tiba lampu menyala, spontan aku menjerit ketakutan, Tubuh lucas tergantung
di kamarnya denga leher yang tergorok dan hampir terpisah dari kepalanya. Saat
berbalik tak sengaja aku melihat pantulan diriku di cermin, aku melihat diriku
berlumura darah sambil membawa pisau. Dan saat aku sadar aku pun tertawa
terbahak-bahak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar