Kamis, 06 Juni 2013

Dear Janice





   Janice, masihkah kau ingat saat kita pertama bertemu? Saat itu aku sedang membeli lagu Rock Metal dan kau tak sengaja menabrakku hingga kita berdua jatuh tersungkur, tertawa bersama karena kejadian itu dan kau langsung meminta maaf. Kau langsung meminta maaf dengan cara membayar CD lagu yang ku beli, aku berusaha menolaknya tetapi kau masih bersikukuh untuk melakukannya, aku tak bisa mencegahmu Janice.
Kau memberitahuku letak tempat tinggalmu dan ternyata tak jauh dari tempat tinggalku, kita akhirnya pulang bersama-sama dank au tak henti-henti nya bercerita tentang dirimu. Kau bercerita bahwa kau tak terlalu suka dengan lagu rock metal, kau tidak suka dengan pria yang bergaya Metal dan Emo. Kau sungguh lucu, semua yang di deskripsikan oleh mu ada pada diriku, tapi kau tidak menyadarinya.

     Hari demi hari berlalu kedekatan kita semakin dekat, dan aku tak tahu perasaan apa ini. Disetiap aku dekat denganmu, jantungku berdegup dengan cepatnya, mungkin cinta telah tumbuh di dalam hatiku, dan aku tak tahu bagaimana denganmu, Janice?. Suatu hari, aku terkejut melihat penampilanmu. Rambut coklatmu kini diberi warna hitam, ada sebuah tindik di telinga dan bibirmu, serta tattoo yang bergambarkan bunga mawar hitam dengan tengkorak di lenganmu, kau pun mengganti gaya fashionmu menjadi Emo,Rocker dan sedikit Gothic. Saat aku bertanya apakah kau yakin dengan menampilanmu kau menjawabnya dengan sangat mantap dan yakin soal  itu, kau pun berkata bahwa kini kau sudah menyukai music Rock metal, setiap aku bertanya kenapa kau merubah dirimu kau hanya menjawabnya bahwa kau hanya ingin sebuah perubahan besar terjadi pada hidupmu. Saat aku mengajak mu menonton sebuah konser rock metal yang di adakan tak jauh dari kota kita kau setuju untuk ikut, padahal biasanya kau menolaknya. Saat konser kau terlihat sangat senang dan bahagia, dan disitulah tempat aku menyatakan cinta padamu , Janice. Kau tersenyum bahagia dan hampir menangis dan kau langsung menjawabnya dengan iya, aku pun amat sangat senang mendengarnya. Setelah menonton konser itu, kita pulang bersama dan aku mengantar mu pulang sampai rumahmu, saat di jalan menuju rumahku, sebuah mobil menabrakku dari arah belakang dan itu membuatku tak sadarkan diri.

     Aku terbangun di sebuah rumah sakit dan aku sedang berada di kasur dan sedang di larikan ke sebuah ruangan, aku melihatmu samar-samar sedang berlari sambil menarik kasur itu sambil menangis, oh Janice aku tak ingin kau menangis sayang., dan akhirnya semuanya menjadi gelap. Aku terbangun di sebuah ruangan di rumah sakit dan tak ada dirimu di sampingku Janice, mungkin kau kelelahan dan pulang. Akupun bangkit dan berjalan keluar dari ruangan itu, badanku masih sangat ngilu bagaikan tulangku remuk semua, tapi aku ingin melihatmu Janice ku sayang. Aku pun berjalan dari rumah sakit sampai ke rumahmu, aku melihat ke jelndela kamarmu dan terliha kau sedang menangis di atas kasurmu sambil memeluk sebuah bingkai foto, aku tak tahu foto siapa yang sedang kau peluk Janice, apakah itu fotoku?. Tiba-tiba kau melirik kea rah jendela kamarmu, aku segera bersembunyi agar kau tak melihatku, aku tak ingin kau melihatku Janice, aku tau ini akan membuatmu sengsara sekali , tapi ini yang terbaik Janice, tapi aku janji aku akan selalu mengawasimu Janiceku sayang.

    Suatu hari kau sedang membeli sebuah CD metal di toko kaset pertama kita bertemu, kau mengambil sebuah kaset lagu Rock yang paling ku sukai yang dinyanyikan oleh band Avenged Sevenfold kau pun membeli kaset itu, Oh Janice, apakah kau akan mengenangku dengan kaset yang selalu ku dengarkan?. Aku mengikutimu, sesekali kau menengok ke belakang, tetapi aku selalu bersembunyi di dalam kerumunan sehingga kau tidak bisa melihatku. Janice, aku ingin sekali memelukmu, mebelai rambutmu dan kita menonton konser Metal atau Rock lagi, tapi sayang aku tak bisa melakukannya Janice, aku tak bisa, yang bisa kulakukan hanyalah mengikutimu. Sesampai di rumahmu, kau langsung masuk ke kamarmu dan memutar kaset itu, kau memilih lagu yang paling ku sukai dari Band itu dan memutarnya, ‘So Far Away’ itu lagu yang pertama kau putar, aku ingat saat aku memainkan gitar dan menyanyikan lagu itu di sebuah taman, kau hanya tersenyum saja mendengarku bernyanyi dan memainkan gitar. Oh Janice, aku mohon kau jangan menangis lagi, itu membuat hatiku menangis  juga, tolong Janice.

   Hamper setiap hari aku membuntutimu kemana saja kau pergi dan aku selalu bersembunyi ketika kau menengok ke arahku. Kau tidak ingin makan,tidur sampai-sampai kantung mata terlihat di matamu, kau juga semakin kurus dan kondisimu semakin buruk seiring waktu. Kau hanya mendengar lagu kesukaanku sambil memeluk fotoku dank au menangis, Janice ingin sekali aku menghapus air matamu dan menyanyikan lagu untukmu karena kau selalu menyukainya.

    Suatu hari, aku tak melihat mu dirumahmu, aku pun mencari dirimu kemana-mana tapi tak kunjung ketemu. Tak sengaja aku melewati sebuah pemakaman dan sebuah pemakaman sedang berlangsung disitu, aku pun berjalan mendekatinya dan menunggu pemakaman itu selesai, langit semakin gelap aku rasa hujan akan turun. Tak lama kemudian pemakaman itu selesai dan aku pun mendekati makam itu dan aku membaca nama di batu nisan itu dan tertulis “Janice Margaret”. Hatiku semakin hancur dan aku pun terduduk lemas, dan menangis, tetes air pun turun dari langit, mungkin langit juga ikut bersedih. Di bawah guyuran hujan aku menangis sambil meneriaki namamu Janice, kenapa aku tak menemanimu di saat-saat terakhirmu Janice, aku terlalu pengecut untuk menampakkan diriku di hadapanmu, ini tidak adil!. Aku pun berjalan keluar dari pemakaman itu, aku berjalan tanpa arah dan tujuan, aku hanya memikirkan dirimu Janice.

“Matt”seseorang memanggil namaku, aku mengenal suara ini, suara ini berasal dari belakangku, aku pun berbalik dan mendapati Janice berdiri di belakangku, kau tersenyum ke arahku, senyuman yang amat sangat manis. Tiba-tiba kau memelukku dengan eratnya dan menangis di pelukanku.

“Aku berjanji tak akan meninggalkanmu Janice” hanya kata itu yang dapat ku ucapkan,dan kau semakin mengeratkan pelukan mu padaku. Kini kita akan bahagia di sana, bersama-sama untuk selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar