Janice, masihkah
kau ingat saat kita pertama bertemu? Saat itu aku sedang membeli lagu Rock
Metal dan kau tak sengaja menabrakku hingga kita berdua jatuh tersungkur,
tertawa bersama karena kejadian itu dan kau langsung meminta maaf. Kau langsung
meminta maaf dengan cara membayar CD lagu yang ku beli, aku berusaha menolaknya
tetapi kau masih bersikukuh untuk melakukannya, aku tak bisa mencegahmu Janice.
Kau memberitahuku letak tempat tinggalmu dan ternyata tak jauh dari tempat
tinggalku, kita akhirnya pulang bersama-sama dank au tak henti-henti nya
bercerita tentang dirimu. Kau bercerita bahwa kau tak terlalu suka dengan lagu
rock metal, kau tidak suka dengan pria yang bergaya Metal dan Emo. Kau sungguh
lucu, semua yang di deskripsikan oleh mu ada pada diriku, tapi kau tidak
menyadarinya.
Hari demi hari
berlalu kedekatan kita semakin dekat, dan aku tak tahu perasaan apa ini.
Disetiap aku dekat denganmu, jantungku berdegup dengan cepatnya, mungkin cinta
telah tumbuh di dalam hatiku, dan aku tak tahu bagaimana denganmu, Janice?.
Suatu hari, aku terkejut melihat penampilanmu. Rambut coklatmu kini diberi
warna hitam, ada sebuah tindik di telinga dan bibirmu, serta tattoo yang
bergambarkan bunga mawar hitam dengan tengkorak di lenganmu, kau pun mengganti
gaya fashionmu menjadi Emo,Rocker dan sedikit Gothic. Saat aku bertanya apakah
kau yakin dengan menampilanmu kau menjawabnya dengan sangat mantap dan yakin
soal itu, kau pun berkata bahwa kini kau
sudah menyukai music Rock metal, setiap aku bertanya kenapa kau merubah dirimu
kau hanya menjawabnya bahwa kau hanya ingin sebuah perubahan besar terjadi pada
hidupmu. Saat aku mengajak mu menonton sebuah konser rock metal yang di adakan
tak jauh dari kota kita kau setuju untuk ikut, padahal biasanya kau menolaknya.
Saat konser kau terlihat sangat senang dan bahagia, dan disitulah tempat aku
menyatakan cinta padamu , Janice. Kau tersenyum bahagia dan hampir menangis dan
kau langsung menjawabnya dengan iya, aku pun amat sangat senang mendengarnya.
Setelah menonton konser itu, kita pulang bersama dan aku mengantar mu pulang
sampai rumahmu, saat di jalan menuju rumahku, sebuah mobil menabrakku dari arah
belakang dan itu membuatku tak sadarkan diri.
Aku terbangun di
sebuah rumah sakit dan aku sedang berada di kasur dan sedang di larikan ke
sebuah ruangan, aku melihatmu samar-samar sedang berlari sambil menarik kasur
itu sambil menangis, oh Janice aku tak ingin kau menangis sayang., dan akhirnya
semuanya menjadi gelap. Aku terbangun di sebuah ruangan di rumah sakit dan tak
ada dirimu di sampingku Janice, mungkin kau kelelahan dan pulang. Akupun
bangkit dan berjalan keluar dari ruangan itu, badanku masih sangat ngilu
bagaikan tulangku remuk semua, tapi aku ingin melihatmu Janice ku sayang. Aku
pun berjalan dari rumah sakit sampai ke rumahmu, aku melihat ke jelndela
kamarmu dan terliha kau sedang menangis di atas kasurmu sambil memeluk sebuah
bingkai foto, aku tak tahu foto siapa yang sedang kau peluk Janice, apakah itu
fotoku?. Tiba-tiba kau melirik kea rah jendela kamarmu, aku segera bersembunyi
agar kau tak melihatku, aku tak ingin kau melihatku Janice, aku tau ini akan
membuatmu sengsara sekali , tapi ini yang terbaik Janice, tapi aku janji aku
akan selalu mengawasimu Janiceku sayang.
Suatu hari kau sedang
membeli sebuah CD metal di toko kaset pertama kita bertemu, kau mengambil
sebuah kaset lagu Rock yang paling ku sukai yang dinyanyikan oleh band Avenged
Sevenfold kau pun membeli kaset itu, Oh Janice, apakah kau akan mengenangku
dengan kaset yang selalu ku dengarkan?. Aku mengikutimu, sesekali kau menengok
ke belakang, tetapi aku selalu bersembunyi di dalam kerumunan sehingga kau
tidak bisa melihatku. Janice, aku ingin sekali memelukmu, mebelai rambutmu dan
kita menonton konser Metal atau Rock lagi, tapi sayang aku tak bisa
melakukannya Janice, aku tak bisa, yang bisa kulakukan hanyalah mengikutimu.
Sesampai di rumahmu, kau langsung masuk ke kamarmu dan memutar kaset itu, kau
memilih lagu yang paling ku sukai dari Band itu dan memutarnya, ‘So Far Away’
itu lagu yang pertama kau putar, aku ingat saat aku memainkan gitar dan
menyanyikan lagu itu di sebuah taman, kau hanya tersenyum saja mendengarku
bernyanyi dan memainkan gitar. Oh Janice, aku mohon kau jangan menangis lagi,
itu membuat hatiku menangis juga, tolong
Janice.
Hamper setiap hari
aku membuntutimu kemana saja kau pergi dan aku selalu bersembunyi ketika kau
menengok ke arahku. Kau tidak ingin makan,tidur sampai-sampai kantung mata
terlihat di matamu, kau juga semakin kurus dan kondisimu semakin buruk seiring
waktu. Kau hanya mendengar lagu kesukaanku sambil memeluk fotoku dank au
menangis, Janice ingin sekali aku menghapus air matamu dan menyanyikan lagu
untukmu karena kau selalu menyukainya.
Suatu hari, aku
tak melihat mu dirumahmu, aku pun mencari dirimu kemana-mana tapi tak kunjung
ketemu. Tak sengaja aku melewati sebuah pemakaman dan sebuah pemakaman sedang
berlangsung disitu, aku pun berjalan mendekatinya dan menunggu pemakaman itu
selesai, langit semakin gelap aku rasa hujan akan turun. Tak lama kemudian
pemakaman itu selesai dan aku pun mendekati makam itu dan aku membaca nama di
batu nisan itu dan tertulis “Janice Margaret”. Hatiku semakin hancur dan aku
pun terduduk lemas, dan menangis, tetes air pun turun dari langit, mungkin langit
juga ikut bersedih. Di bawah guyuran hujan aku menangis sambil meneriaki namamu
Janice, kenapa aku tak menemanimu di saat-saat terakhirmu Janice, aku terlalu
pengecut untuk menampakkan diriku di hadapanmu, ini tidak adil!. Aku pun
berjalan keluar dari pemakaman itu, aku berjalan tanpa arah dan tujuan, aku
hanya memikirkan dirimu Janice.
“Matt”seseorang memanggil namaku, aku mengenal suara ini,
suara ini berasal dari belakangku, aku pun berbalik dan mendapati Janice
berdiri di belakangku, kau tersenyum ke arahku, senyuman yang amat sangat
manis. Tiba-tiba kau memelukku dengan eratnya dan menangis di pelukanku.
“Aku berjanji tak akan meninggalkanmu Janice” hanya kata itu
yang dapat ku ucapkan,dan kau semakin mengeratkan pelukan mu padaku. Kini kita
akan bahagia di sana, bersama-sama untuk selamanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar