Kamis, 30 Mei 2013

Monster



    Mereka semua mengataiku Monster, tapi aku bukan monster, aku hanya seorang gadis biasa yang tinggal di sebuah rumah yang biasa juga. Tapi, aku tinggal sendirian dan tak pernah keluar rumah. Aku hanya keluar rumah pada malam hari saja, yah… jika kalian menanyakan kenapa, aku akan menjawab itu adalah hobi ku.

     Suatu malam, aku bertemu seorang pria bernama Jake. Dia sangat menawan sampai sampai aku menyukainya, dan ternyata dia menyukaiku juga. Tak lama kemudian, kami pun menjadi sepasang kekasih.
     Aku sudah pernah diajak oleh Jake untuk pergi kerumahnya, dan aku sering pergi ke rumahnya. Terkadang ia bertanya, kenapa aku jarang membawanya kerumahku. Jujur saja, aku tak mau membawa orang-orang kerumahku. Karena, setiap mereka masuk kerumahku mereka mengetahui rahasia kecilku, sehingga aku menjadi jengkel dan marah. Dan akhirnya aku tidak pernah bertemu dengan orang-orang yang telah mengetahui rahasia kecilku.
     Jake selalu saja memaksa untuk pergi ke rumahku, dan akhirnya aku menyetujuinya dia pun sangat senang. Saat memasuki rumahku, dia sangat tercengang karena rumahku lumayan besar tetapi hanya di tempati oleh aku seorang. Aku berkata kepada dia agar jangan memasuki sebuah pintu yang berada di kamarku, dia mengangguk. Pintu itu berada di dalam kamarku dan pintu itu berwarna merah, sedang kan kamarku catnya berwarna putih. Disana lah aku menyimpan rahasia kecilku.
    Kekasihku dan aku menghabiskan malam di rumahku, dia ingin menemaniku karena aku sendirian di rumahku.  Saat itu kami sedang menonton beberapa film dan aku ketiduran, saat itu aku bangun dan tak menemukan kekasihku. Aku mendengar suara pintu yang terbuka, aku mengambil pisau di dapur dan berjalan menuju arah suara itu. Dan tak lama kemudian aku mendengar suara teriakan Jake dan itu berasal dari kamarku. Oh tidak! Dia sudah mengetahui rahasia kecilk. Saat aku berada di kamarku aku mendapati Jake yang terduduk di depan ruangan rahasia itu dan rahasia ku telah terbongkar.
“Kau Monster Eliza!”Kata Jake dengan nada ketakutan. Aku berjalabn perlahan menuju Jake.
“Kau sudah mengetahui rahasia kecilku rupanya Jake, aku sudah bilang. Jangan pernah masuk, tapi kau mengingkarinya”Kataku dengan nada yang datar. Kemudian aku menikam jake bertubi-tubi dan memasukkan mayatnya kedalam ruang rahasiaku.
Apakah kalian tahu kenapa aku di sebut monster?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar