Kamis, 30 Mei 2013

Thank You Mother…



   Aku termasuk orang yang sangat pendiam, sejujurnya dahulu aku tak pendiam. Tapi, sejak kematian ibuku aku menjadi pendiam. Ayah menikah lagi dengan seorang perempuan yang tak lebih  baik dari ibu, itu membuatku sangat terpuruk dan sedih. Aku memutuskan untuk pergi dari rumah dan pergi mencari pekerjaan dan mengontrak untuk sementara.

    Pekerjaan ku gajinya lumayan besar, sehingga dalam 1 tahun aku sudah bisa membeli rumah dan mobil, itu membuatku bersyukur. Tetapi, tak ada yang bisa membuatku bahagia sekali selain ibuku.
     Ibuku meninggal karena kecelakaan. Sepulang kerjanya ibu biasa mengendarai mobilnya sendiri. Tetapi, aku rasa hari itu bukanlah hari keberuntungannya. Ibuku di tabrak oleh sebuah mobil dari belakang sehingga mobil ibu menabrak pagar pembatas dan terjatuh ke sebuah jurang. Saat itu aku berumur 5 tahun, itu membuatku sangat sedih karena ibu pergi meninggalkanku saat aku masih begitu kecil. Ayahku tak pernah mengurusku sama sekali tak pernah! Ayah macam apa itu? Mungkin ini yang pertama kali kau fikirkan. Ia hanya mabuk dan mabuk, sehingga jarang sekali terjadi percakapan antara kami. Ibu selalu berkata bahwa ia akan menjagaku sampir akhir hayatnya. Sampai sekarang aku masih mempercayai perkataannya dan selalu percaya bahwa ibu akan selalu menjagaku.
    Suatu hari aku pulang larut malam, karena banyak tugas yang harus kuselesaikan dan harus di kumpulkan besok. Malam itu hujan deras, sangat dingin sehingga aku memakai jaketku. Di perjalanan pulang, aku mengendarai mobilku dan seketika aku menjadi sedih. Karena jalan ini adalah jalan dimana ibuku meninggal.
   Aku terlarut dalam kesedihanku, sehingga aku tak menyadari adanya mobil di hadapanku. Sehingga aku berusaha menghindarinya dan aku menabrak pagar pembatas jalan, sehingga aku berserta mobilku terjatuh. Apakah ini akhir hidupku? Atau aku akan mati?. Tiba-tiba, aku melihat bayangan putih sangat terang sehingga menyilaukan mataku, memelukku dan aku pingsan.
     Aku terbangun dan menemukan diriku berada di kamar rumahku, saat aku terbangun aku melihat seorang wanita berdiri membelakangiku, wanita itu berpakaian putih terang, wanita itu yang menyelamatkanku. Aku bangkit dari tempat tidurku, aku rasa ia mengetahui bahwa aku telah sadar.
“Siapa kau?”Tanya aku. Wanita itu menengok, dan aku melihat wajahnya. Aku kaget melihat wajahnya, ia tersenyum lembut ke arahku. Wajah lembut itu yang paling aku rindukan, yang paling aku ingin lihat selama ini.
“Aku akan menjagamu selamanya Daniel”Suara lembut itu, membuatku hanya terdiam. Dan wanita itu menghilang. Aku terduduk lemas dan menangis. Aku sangat merindukan kau! Terimakasih ibu! Terimakasih telah menyelamatkanku ibu! Terimakasih!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar