Aku termasuk orang yang sangat pendiam,
sejujurnya dahulu aku tak pendiam. Tapi, sejak kematian ibuku aku menjadi
pendiam. Ayah menikah lagi dengan seorang perempuan yang tak lebih baik dari ibu, itu membuatku sangat terpuruk
dan sedih. Aku memutuskan untuk pergi dari rumah dan pergi mencari pekerjaan
dan mengontrak untuk sementara.
Pekerjaan ku gajinya lumayan besar,
sehingga dalam 1 tahun aku sudah bisa membeli rumah dan mobil, itu membuatku bersyukur.
Tetapi, tak ada yang bisa membuatku bahagia sekali selain ibuku.
Ibuku meninggal karena kecelakaan.
Sepulang kerjanya ibu biasa mengendarai mobilnya sendiri. Tetapi, aku rasa hari
itu bukanlah hari keberuntungannya. Ibuku di tabrak oleh sebuah mobil dari
belakang sehingga mobil ibu menabrak pagar pembatas dan terjatuh ke sebuah
jurang. Saat itu aku berumur 5 tahun, itu membuatku sangat sedih karena ibu
pergi meninggalkanku saat aku masih begitu kecil. Ayahku tak pernah mengurusku
sama sekali tak pernah! Ayah macam apa itu? Mungkin ini yang pertama kali kau
fikirkan. Ia hanya mabuk dan mabuk, sehingga jarang sekali terjadi percakapan
antara kami. Ibu selalu berkata bahwa ia akan menjagaku sampir akhir hayatnya.
Sampai sekarang aku masih mempercayai perkataannya dan selalu percaya bahwa ibu
akan selalu menjagaku.
Suatu hari aku pulang larut malam, karena
banyak tugas yang harus kuselesaikan dan harus di kumpulkan besok. Malam itu
hujan deras, sangat dingin sehingga aku memakai jaketku. Di perjalanan pulang,
aku mengendarai mobilku dan seketika aku menjadi sedih. Karena jalan ini adalah
jalan dimana ibuku meninggal.
Aku terlarut dalam kesedihanku, sehingga aku
tak menyadari adanya mobil di hadapanku. Sehingga aku berusaha menghindarinya
dan aku menabrak pagar pembatas jalan, sehingga aku berserta mobilku terjatuh.
Apakah ini akhir hidupku? Atau aku akan mati?. Tiba-tiba, aku melihat bayangan
putih sangat terang sehingga menyilaukan mataku, memelukku dan aku pingsan.
Aku terbangun dan menemukan diriku berada
di kamar rumahku, saat aku terbangun aku melihat seorang wanita berdiri
membelakangiku, wanita itu berpakaian putih terang, wanita itu yang
menyelamatkanku. Aku bangkit dari tempat tidurku, aku rasa ia mengetahui bahwa
aku telah sadar.
“Siapa
kau?”Tanya aku. Wanita itu menengok, dan aku melihat wajahnya. Aku kaget
melihat wajahnya, ia tersenyum lembut ke arahku. Wajah lembut itu yang paling
aku rindukan, yang paling aku ingin lihat selama ini.
“Aku akan
menjagamu selamanya Daniel”Suara lembut itu, membuatku hanya terdiam. Dan
wanita itu menghilang. Aku terduduk lemas dan menangis. Aku sangat merindukan
kau! Terimakasih ibu! Terimakasih telah menyelamatkanku ibu! Terimakasih!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar