Kamis, 30 Mei 2013

Monster



    Mereka semua mengataiku Monster, tapi aku bukan monster, aku hanya seorang gadis biasa yang tinggal di sebuah rumah yang biasa juga. Tapi, aku tinggal sendirian dan tak pernah keluar rumah. Aku hanya keluar rumah pada malam hari saja, yah… jika kalian menanyakan kenapa, aku akan menjawab itu adalah hobi ku.

Curse of the video




  Namaku Stella, aku seorang yang sangat menyukai hal-hal yang berbau horror. Bahkan, aku mengoleksi beratus-ratus foto,video,poster,film,cerita yang berbau horror, jika aku menemukan hal-hal yang berbau horror aku akan menyimpannya. Ibuku selalu memarahiku karena kebiasaanku yang suka mengoleksi hal-hal yang berbau horror, ibuku bilang bahwa tak sepantasnya seorang gadis mempunyai kebiasaan seperti itu. Tapi apa dayaku memang ini yang paling kusukai bukan?.

Hot dog



Seorang wanita tua diminta untuk menjaga anjing jenis Terrier tetangganya,

the doctor




   Begitu sialnya aku sampai-sampai aku masuk tempat yang kubenci yaitu rumah sakit. Mungkin memang ini hari sialku, karena aku kecelakaan motor karena mengebut, hehehe memang salahku juga sih. Aku tak begitu betah di rumah sakit ini, bau obat-obatan sangat menyengat membuatku terkadang terbatuk-batuk. Tapi, karena lukaku parah, aku harus berada di rumah sakit cukup lama. Memang keadaanku sangat mengenaskan, kaki kiriku patah dan harus disambung dan luka di tubuhku cukup banyak.

Dream




  Aku terbangun dari tidurku, kamar sangat gelap karena lampu selalu kumatikan saat tidur.

Thank You Mother…



   Aku termasuk orang yang sangat pendiam, sejujurnya dahulu aku tak pendiam. Tapi, sejak kematian ibuku aku menjadi pendiam. Ayah menikah lagi dengan seorang perempuan yang tak lebih  baik dari ibu, itu membuatku sangat terpuruk dan sedih. Aku memutuskan untuk pergi dari rumah dan pergi mencari pekerjaan dan mengontrak untuk sementara.

Can you help me find my cat?




Aku pergi keluar disuatu malam di bulan Desember sekitar tengah malam. Malam itu sangat dingin, karena hari setelah Natal. Aku menghela napas. Aku lelah,aku berjalan pulang dari rumah temanku Ricky. Kami baru saja selesai makan satu ton makanan ringan dan bermain Pokemon, bertarung di game seperti ketika kami masih anak-anak. saya merindukan hari-hari itu.

Aku sudah tujuh belas
tahun sekarang, dan aku seorang kutu buku. aku tidak punya banyak teman, tapi saya mensyukuri apa yang ku punya. aku tidak punya pacar. Pokoknya, aku suka  jalan-jalan di malam hari. begitu tenang dan damai. aku juga sangat menyukai udara dingin yang membelai pipiku dan jari-jariku.

Aku
menghela nafas lagi, hampir sampai di rumah. Hanya satu blok lagi dan sampai di rumahku di mana aku tinggal dengan ibuku dan saudara ku. Sebenarnya aku tidak ingin pulang, aku takut ibu akan menangkap basah aku pulang sampai larut malam dan memarahiku karena pergi keluar sendirian.

Tiba-tiba, aku melihat
seorang gadis.

Dia cantik, agak pendek, tapi bukan anak kecil. Dia memiliki rambut pirang bergelombang dan mengenakan celana satin dan tank top biru muda. Saat aku semakin dekat, aku bisa melihat wajahnya. Kulit pucat hampir putih seperti salju, dengan mata hijau
yang tajam. Bibirnya dan jari-jari berwarna biru. Dia tampak sangat sedih dan sangat kedinginan. Aku mengetahui itu karena ia bertelanjang kaki dan tidak memakai sarung tangan.

aku berada sekitar 3 meter dari dia, ia berjalan ke arahku dan berkata dengan suara dingin lembut, namun serak, "bisakah kau membantu ku menemukan kucingku?"

Aku mengangkat bahu dan mencoba tersenyum. "Tentu, eh, di mana kucingmu?"

Dia menunjuk ke sebuah truk yang diparkir di jalan masuk.

Aku mengangguk dan berjalan dengannya ke
arah mobil. Sebelum berjalan di sekitar itu, aku melepas jaket dan menawarkan kepadanya. "ini ... Kau akan mati kedinginan."

Dia tersenyum sedih, menatapku. Setelah jeda singkat, ia berbisik, "Aku sudah punya."

Pada saat itu, saya
mulai ketakutan. Saya tidak percaya pada hantu atau apa, ditambah aku bisa melihat napasnya. Aku meletakkan jaket saya di bahunya, , saya merasa lega ketika jaketku berada di bahunya dan tidak menembusnya.

Aku
berjalan di sekitar mobil. Aku menunduk ke bawah mobil, ada kucing di bawah. Aku merogoh dan menariknya keluar. Dia mendengkur dalam pelukanku, dan bersemangat melompat ke gadis itu ketika ia melihatnya.

Dia tersenyum padaku, air mata gembira mengalir turun
dan menetes ke salju di tanah. Dia tersenyum lebar dan mengelus telinga kucing itu. "Terima kasih banyak."

Aku tersenyum kembali, senang bahwa dia
merasa senang. Dia berbalik dan berjalan, dan ia berjalan menuju kearahku kami mengobrol setelah beberapa saat,.

Kami berbicara tentang, pekerjaan
, musik, cuaca, dan sejenisnya. Dia berumur tujuh belas tahun,ia bernama Hannah. Dia telah lama mencari kucingnya, di dinginnya udara di bulan desember. Tentu saja, pembicaraan kami sangat singkat, karena saya dekat dengan rumah.

"Jack," kata Dia. "Terima kasih banyak
telah membantu saya." Dia menyeringai.

"Tentu saja." Aku berkata,
wajahku memerah.

Dia mengulurkan tangan dan mencium pipiku. Bibir biru itu seperti es
yang membuat wajahku mati rasa. Aku menggigil karena sentuhan itu, meskipun tersanjung bahwa dia melakukan hal seperti itu. Aku berjalan pergi, dan ia pun berbalik dan pergi. Kata-katanya bergema di kepala ku, dan kemudian saya menyadari sesuatu.

"Tunggu ... Aku tidak memberitahu
kau namaku .... Bagaimana kau-?" Aku bertanya, melihatnya ia berjalan.

Dia berbalik menatapku, tersenyum, dan kemudian menghilang.

source:*creepypasta